INAplas

Asosiasi Industri Aromatik, Olefin & Plastik Indonesia
Profil
  • Home
  • Inaplas Profile
  • Industry Profile
  • Contact Us
  • Direktori Industri
Latest News
Petchem 2013
1th Asia Petrochemical Summit
Inaplas Intro
BATU BARA: 70% masih diekspor
Aturan diversifikasi BBM terbit akhir Maret
Berita Utama
  • Petrochemical
  • Electricity
  • Economi
  • Internasional
  • Investment
  • Plastic
  • Renewable Energy
  • Agriculture
  • Trade
  • Energy
  • Infrastructure
  • Coal
Berbagi Info
  • Diskusi
  • Analysis
login



  • Forgot your password?
  • Forgot your username?
  • Create an account

BATU BARA: 70% masih diekspor

PostDateIconFriday, 02 March 2012 07:39 | PDF | Print | E-mail

JAKARTA : Lebih dari 70% produksi batu bara nasional masih diekspor hingga 2014 menyusul kebutuhan domestik terutama oleh PT Perusahaan Listrik Negara meleset dari target.

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan dari target Domestic Market Obligation (DMO) tahun ini sebanyak 82,07 juta ton, kemungkinan akan direvisi kembali sama halnya seperti tahun lalu.

“Tahun ini sepertinya cuma 60 juta ton. Sasarannya memang 82 juta ton, tapi banyak PLTU PLN yang nggak jalan. PLN sudah ada pengalaman dari dulu, kenyataannya realisasi dia meleset karena PLTU-nya tidak mencapai target,” ujarnya di sela-sela acara workshop Perhapi, Kamis 1 Maret 2012.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, tahun ini produksi batu bara nasional diperkirakan 332 juta ton, lalu pada 2013 menjadi 337 juta ton, dan pada 2014 menjadi 342 juta ton. Sebagian besar bahkan lebih dari 70% total produksi itu, masih diekspor.

Adapun menurut data Kementerian Perdagangan, batu bara Indonesia paling banyak diekspor ke China, India, dan Korea Selatan. Selanjutnya ke Jepang, Taiwan, Malaysia, Thailand, Hongkong, Filipina, bahkan hingga Italia.

Thamrin mengatakan tahun ini pihaknya akan memonitor kebutuhan batu bara setiap satu bulan sekali, sehingga revisi DMO nantinya bisa lebih awal dilakukan. Sehingga, jika sudah ada revisi awal-awal, maka pengusaha bisa mengekspor sisa DMO yang tidak terserap itu.

“Kalau memang tidak sesuai prediksi, kita akan revisi. Tahun lalu evaluasinya 6 bulan. Tahun ini, per bulannya kita akan lihat kebutuhannya, jadi pada akhir tahun tidak surprised sehingga perusahaan batu bara punya waktu untuk mengekspor [sisa] DMO-nya itu,” ujarnya.

 

Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.

Joomla template created with Artisteer.