INAplas

Asosiasi Industri Aromatik, Olefin & Plastik Indonesia
Profil
  • Profil Inaplas
Berita Utama
  • Home
  • Petrokimia
  • Listrik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Investasi
  • Plastik
  • Energi Terbaharukan
  • Agro-Pertanian
  • Perdagangan
Berbagi Info
  • Diskusi
  • Direktori Industri
login



  • Forgot your password?
  • Forgot your username?
  • Create an account

Optimisme pasar bayangi kenaikan harga minyak

PostDateIconFriday, 30 July 2010 09:07 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

DALLAS (Bloomberg): Harga minyak mentah diperdagangkan sedikit berubah di New York setelah menguat untuk pertama kalinya dalam sepekan menyusul melemahnya nilai tukar dolar dan mencuatnya optimisme bahwa permintaan akan kembali naik di tengah pulihnya prospek pemulihan ekonomi.

Harga minyak menguat 1,8% kemarin seiring jatuhnya nilai tukar dolar terhadap euro ke level rendah selama 12 pekan di tengah kepercayaan bahwa ekonomi Eropa akan pulih. Sementara itu, jumlah warga AS yang mengisi klaim asuransi pengangguran juga turun. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah permintaan mungkin akan naik bersamaan dengan pulihnya bursa kerja.

"Bursa komoditas minyak ditentukan oleh pasar finansial. Kita kembali dalam sebuah kondisi dimana terdapat korelasi perdagangan dan aspek detil seperti naiknya persediaan atau produksi minyak OPEC tidak begitu berpengaruh," ungkap Tim Evans, analis energi di Citi Futures Perspective di New York.

Harga kontrak minyak untuk pengiriman di bulan September berada pada level US$78,28 per barel atau melemah 8 sen di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:35 pagi waktu Sydney. Kemarin harga kontrak menguat US$1,37 menjadi US$78,36. Harga kontrak telah naik 17% dalam setahun terakhir dan 3,6% di bulan ini.

Nilai tukar dolar terhadap euro jatuh setelah Komisi Eropa di Brusel merilis laporan mengenai naiknya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir di bulan Juli. Dolar diperdagangkan pada level US$1,3075 per euro pada pukul 8:16 pagi waktu Sydney setelah sebelumnya menyentuh level US$1,3079 kemarin.

Hasil produksi minyak dari negara-negara OPEC naik untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir di bulan Juli. Kenaikan produksi didorong oleh Irak yang tidak memberlakukan kuota.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan pada perusahaan, produsen minyak dan analis, produksi OPEC meningkat sebesar 80.000 barel atau 0,3% menjadi rata-rata 29,24 juta barel per hari dari level revisi 29,16 juta barel di bulan Juni. Hasil produksi dari negara anggota yang memberlakukan kuota meningkat 30.000 barel menjadi 26,825 juta dari level revisi 26,795 juta di bulan Juni. Angka produksi di bulan Juni 1,98 juta lebih tinggi dari target

Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman di bulan September pada bursa berbasis London ICE Futures Europe menguat US$1,53 atau 2% menjadi US$77,59 per barel kemarin.

 

Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.

Joomla template created with Artisteer.