Wapres: Jangan Ragukan Pemerintah...
JAKARTA, KOMPAS.com — Perkembangan industri otomotif dalam negeri menuai apresiasi dari Wakil Presiden Boediono. Menurutnya, prospek industri otomotif ke depan sangat cerah dan Pemerintah akan terus mendukung agar industri otomotif bisa menjadi pemain yang andal dan mampu menuai prestasi.
Boediono meminta kepercayaan dari industri kepada pemerintah, terutama dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. "Pertama, jangan diragukan kemampuan, tekad, dan niat Pemerintah untuk membangun perekonomian kita ke depan. Lima tahun ke depan kita memiliki blueprint dengan pertumbuhan sampai dengan 7 persen pada tahun ke 4-5," tuturnya ketika menyampaikan sambutan dalam pembukaan IIMS 2010, Jumat (23/7/2010).
Bahkan, lanjutnya, jika situasi luar negeri membaik, tentu pertumbuhannya akan lebih baik. Didukung dengan situasi dalam negeri yang juga baik, bukan tak mungkin pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa dicapai. Apalagi mengingat pengalaman Indonesia pada masa Orde Baru.
Boediono menegaskan, kuncinya terletak pada kerja sama dan dialog antara Pemerintah dan industri untuk mengurangi salah persepsi dan mendorong sinergi antara keduanya. Boediono mengambil contoh salah pengertian dalam kenaikan tarif dasar listrik yang terjadi karena minimnya momen dialog. "Ini harus kita kembangkan tanpa mengganggu perkembangan kita. Dialog antara bisnis dan pemerintah akan terus didorong. Sekarang sudah dirintis, meski belum lancar sejak saya jadi Menko Perekonomian. Ini akan kita upayakan tingkatkan lagi," tambahnya.
Dengan demikian, Indonesia bisa bermimpi industri otomotif tak hanya berkisar di permukaan, tetapi juga bisa masuk ke tahap penelitian dan pengembangan serta mendesain sendiri.
Boediono menyadari kendala untuk mencapai mimpi itu, lanjutnya, terletak pada masalah logistik dalam negeri yang terkadang menghambat datangnya investor karena kesulitan menambah jaringan produksi ke Indonesia. "Ini PR bagi pemerintah. Kita upayakan logistik kita, infrastruktur, listrik, dan gas secara bertahap. Tidak ada alasan bagi industri kita untuk tidak maju," tandasnya.


