INAplas
PLN diminta perhatikan aspek lingkungan
JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diminta memperhatikan aspek lingkungan dalam memanfaatkan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit, sejalan dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada 2020.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Herman Afif Kusumo mengungkapkan permasalahan pasokan batu bara pembangkit listrik PLN tidak hanya berkaitan dengan aspek nilai kalori semata, tetapi juga menyangkut dampak lingkungan akibat emisi gas buang.
Pasalnya, kata dia, sesuai dengan SK Meneg LH No. 13/1995 mengenai baku mutu emisi untuk PLTU berbahan bakar batu bara, pembakaran kandungan sulfur batu bara harus memenuhi ambang batas emisi gas buang sulfur dioksida (SO2), yakni kurang dari 750 mg/m3.
Impor barang modal tinggi, neraca dagang defisit
JAKARTA : Kementerian Perindustrian (Kemeperin) mengakui pertumbuhan industri pada saat ini masih diikuti oleh tingginya impor barang modal (capital goods) dan bahan baku yang tidak ada di dalam negeri, sehingga menyebabkan neraca perdagangan menjadi defisit.
Untuk itu Kemenperin berupaya menekan pemakaian barang modal impor dengan mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan merevitalisasi industri.
“Pertumbuhan industri nasional selalu diikuti oleh defisit neraca. Satu satunya cara adalah merevitalisasi industri di dalam negeri yang potensial dan teknologi baru bisa didatangkan,” kata Menperin, MS Hidayat, baru-baru ini.
2011, Penyerapan Tenaga Kerja 2,5 Juta
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah optimis bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak pada tahun depan. Kementerian Keuangan memperkirakan, jumlah lapangan kerja pada 2011 mendatang bisa menyerap sekitar 2,5 juta orang.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, penyerapan tenaga kerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tahun depan. Seperti diketahui, tahun depan, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen. "Nantinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, bisa membuka sekitar 400.000 lapangan pekerjaan," kata Agus, saat rapat paripurna di DPR, Selasa (31/8/2010).
RAPBN 2011 Asumsi Makro 2011 Musuh Sektor Riil?JAKARTA, KOMPAS.com - Ternyata tidak hanya kalangan DPR yang berang dengan asumsi makro dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011. Banyak ekonom juga yang memandang asumsi tersebut tidak mendukung pertumbuhan sektor riil. Bahkan, mereka menilai asumsi makro bakal menjadi bumerang bagi sektor riil. 'Proyek pembangkit PLN agar gunakan komponen lokal'
JAKARTA: Kementerian Perindustrian ‘menantang’ PT PLN (Persero) meningkatkan tingkat komponen lokal dalam proyek pembangunan pembangkit listrik skala besar di atas 100 mega watt (MW) dengan memanfaatkan industri boiler nasional. |
Permintaan modal SMI 'panaskan' DPRJAKARTA: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) berlangsung ricuh. Menperin terus dorong penggunaan produk lokalGRESIK: Kementerian Perindustrian berupaya menekan pemakaian barang modal impor dengan melibatkan auditor untuk mendorong pemanfaatan produk dalam negeri pada proyek yang didanai pemerintah. "Sekarang saya sertakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proyek-proyek yang didanai APBN, APBD atau dana bantuan pemerintah,'' ujar Menperin M.S. Hidayat, saat kunjungan ke PT Barata Indonesia dalam rangkaian Kunjungan Kerja dan Safari Ramadhan ke Jawa Timur, hari ini. Hidayat mengakui saat ini pertumbuhan industri selalu diikuti dengan neraca perdagangan yang defisit. Kondisi ini dipicu oleh tingginya impor barang modal (capital goods) dan bahan baku yang tidak terdapat di dalam negeri. |


