INAplas
Capping diterapkan, PLN minta kompensasi
JAKARTA (Bisnis.com): PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berharap
pemerintah memberikan kompensasi terkait penerapan pembatasan (capping)
kenaikan dan penurunan tagihan rekening listrik maksimum sebesar 18%
dari rekening sebelumnya.
Penerapan capping sebesar 18% tersebut diperkirakan berimbas pada tidak
tercapainya target penghematan subsidi listrik tahun ini sebesar Rp4,8
triliun yang dibebankan kepada perusahaan itu, sesuai dengan kebijakan
penaikan tarif dasar listrik (TDL) 2010 rerata sebesar 10%.
Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin mengakui
pembatasan tagihan rekening listrik sebesar 18% tersebut memang
diperkirakan akan menurunkan pendapatan PLN dari angka yang ditargetkan
pemerintah sewaktu menyetujui kenaikan TDL rerata 10%.
“Kalau subsidi berkurang atau tambahan Rp4,8 triliun yang seharusnya
kita dapat tidak ada kejelasan kompensasi, itu bisa berpengaruh kepada
PLN. Makanya kita berdiskusi dengan pemerintah terkait persoalan ini,”
katanya akhir pekan lalu.
Namun demikian, tambahnya, PLN tidak terlalu mengkhawatirkan soal
penurunan pendapatan dengan pemberlakuan capping 18% tersebut karena
kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah bersama DPR.
Berdasarkan data PLN, perseroan itu diperkirakan kehilangan pendapatan
hingga lebih dari Rp500 miliar per bulannya dari pelanggan yang ada di
wilayah Jawa-Bali saja.
Dari sektor industri yang ada di Jawa-Bali, pendapatan PLN turun menjadi
Rp5,52 triliun dari perhitungan menggunakan TDL sebelum revisi sebesar
Rp5,81 triliun.
Menurut Murtaqi, kompensasi kepada PLN memang diperlukan agar perseroan
itu tetap memiliki kemampuan investasi serta tidak mengganggu kegiatan
operasional, kendati target penghematan untuk menutupi kekurangan
subsidi Rp4,8 triliun tidak terpenuhi.
“Kami [PLN] akan beribacara dengan pemerintah melalui Kementerian ESDM
dan Kementerian Keuangan, karena PLN hanya menjalankan apa yang sudah
diputuskan oleh pemerintah. Kalau [target penghematan] tidak tercapai,
kembali lagi kepada pemerintah,” kata Murtaqi.
Last Updated (Monday, 26 July 2010 08:24)
Darmin: Inflasi Juli bisa di atas 1%
JAKARTA (Bisnis.com): Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan inflasi pada Juli bisa di atas 1% karena dampak tidak langsung kenaikan tarif dasar listrik meningkatkan berbagai harga kebutuhan pokok.
Darmin mengatakan meskipun harga bumbu-bumbu dapur, seperti cabai mulai menurun, harga bahan pokok lainya tetap ikut naik sebagai dampak psikologis dari kenaikan TDL pada awal Juli, sehingga inflasi pada bulan ini akan cukup tinggi.
Wapres: Jangan Ragukan Pemerintah...
JAKARTA, KOMPAS.com — Perkembangan industri otomotif dalam negeri menuai apresiasi dari Wakil Presiden Boediono. Menurutnya, prospek industri otomotif ke depan sangat cerah dan Pemerintah akan terus mendukung agar industri otomotif bisa menjadi pemain yang andal dan mampu menuai prestasi.
Boediono meminta kepercayaan dari industri kepada pemerintah, terutama dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. "Pertama, jangan diragukan kemampuan, tekad, dan niat Pemerintah untuk membangun perekonomian kita ke depan. Lima tahun ke depan kita memiliki blueprint dengan pertumbuhan sampai dengan 7 persen pada tahun ke 4-5," tuturnya ketika menyampaikan sambutan dalam pembukaan IIMS 2010, Jumat (23/7/2010).
Kenaikan harga minyak mentah meredupNEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah hampir tidak mengalami perubahan yang tengah mendekati level tertinggi selama 11 pekan setelah meningkatnya optimisme atas kemungkinan bertambahnya permintaan bahan bakar di tengah prospek yang meningkat untuk pemulihan ekonomi di AS. Last Updated (Friday, 23 July 2010 09:09) TDL industri diturunkan menjadi 10%-15%JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah akhirnya sepakat menurunkan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 2010 untuk kelompok pelanggan industri dari rata-rata 6%-15% menjadi 10%-15% dan maksimum kenaikan tidak lebih dari 18% dari tagihan rekening listrik terakhir.
Kesepakatan tersebut menjadi keputusan bersama dalam Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewakili pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) malam ini. Rapat yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang ESDM Herman Afif Kusumo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa, dan Koordinator Forum Asosiasi-Asosiasi Nasional Franky Sibarani tersebut juga menegaskan besaran kenaikan tersebut tetap mengacu pada kekurangan subsidi listrik Rp4,8 triliun. Last Updated (Monday, 26 July 2010 08:22) |
2011 Aliran Investasi Dunia PulihGENEVA, KOMPAS.com - Persatuan Bangsa-Bangsa memperkirakan aliran investasi asing langsung (FDI) dunia akan stabil tahun ini dan meningkat di 2011-2012 karena penggabungan (merger) lintas batas oleh perusahaan multinasional yang terangkat oleh tumbuhnya kepercayaan bisnis. "FDI, tempat banyak negara berkembang bergantung untuk membiayai perekonomian mereka, akan meningkat menjadi 1,3-1,5 triliun dollar AS pada tahun 2011 dan 1,6-2,0 triliun dolar pada tahun 2012 dari 1,2 dolar tahun ini," kata Badan Urusan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD). Last Updated (Friday, 23 July 2010 09:04) Pemerintah waspadai dampak tak langsung TDLJAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah patut mewaspadai dampak tidak langsung dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri sekitar 18% karena untuk jangka panjang akan memunculkan aksi spekulasi dari para pemburu rente. |
Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.


