INAplas

Asosiasi Industri Aromatik, Olefin & Plastik Indonesia
Profil
  • Profil Inaplas
Berita Utama
  • Home
  • Petrokimia
  • Listrik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Investasi
  • Plastik
  • Energi Terbaharukan
  • Agro-Pertanian
  • Perdagangan
Berbagi Info
  • Diskusi
  • Direktori Industri
login



  • Forgot your password?
  • Forgot your username?
  • Create an account

INAplas

Rupiah Kembali di Bawah Rp9.000/US$

PostDateIconMonday, 16 August 2010 10:01 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank, perdagangan awal pekan ini masih ditransaksikan di bawah level Rp9.000 per dolar Amerika Serikat. Rupiah kembali di bawah Rp9.000 setelah Kamis lalu sempat terkoreksi ke level Rp9.010 per dolar AS.

Dalam transaksi valuta asing Bloomberg, Senin 16 Agustus 2010, pukul 09.10 WIB, rupiah ditransaksikan pada Rp8.990 per dolar AS atau melemah 12 poin (0,13 persen).

Melemahnya rupiah berlawanan dengan mata uang yen dan euro yang tengah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar yen pagi ini ditransaksikan menguat 0,44 persen ke 85,8150 per dolar AS. Sedangkan nilai tukar euro terhadap dolar AS juga menguat 0,097 persen ke US$1,2766 per euro.

Sebaliknya, dolar Hong Kong dan dolar Singapura pagi ini tengah melemah. Dolar Hong Kong melemah 0,018 persen ke 7,7738 sedangkan dolar Singapura melemah 0,23 persen ke 1,3662.

Read more...

 

Pemerintah diminta eksekusi kebijakan sektor riil

PostDateIconMonday, 16 August 2010 09:40 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

JAKARTA: Pemerintah diminta tidak hanya mengumbar janji, tetapi lebih banyak mengeksekusi kebijakan secara riil, termasuk membenahi infrastruktur, pasokan energi dan penyaluran kredit, serta menjaga keseimbangan pasar ekspor dan domestik.

"Pemerintah  berkali-kali meeting, banyak memberitahukan, presentasi antar gubernur dan kepala daerah serta menteri, tetapi tidak ada keputusan. Pemerintah janji-janji saja, banyakan janji dari eksekusinya. Sektor riil sekarang menunggu," kata Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya kepada Bisnis hari ini.

Dia menuturkan tanpa campur tangan pemerintah, perekonomian negara ini bisa tumbuh 2% secara alami. Namun dengan kehadiran pemerintah yang menjanjikan pertumbuhan 4,5%-5%, Achmad mempertanyakan semestinya ekonomi nasional bisa tumbuh lebih tinggi apabila sejumlah masalah bisa diatasi, baik pembenahan infrastruktur hingga perbankan yang tidak terlalu mengekang dana.

Read more...

 

Ritel DKI terancam ACFTA

PostDateIconFriday, 13 August 2010 17:36 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

JAKARTA: Kebijakan perdagangan bebas Asean-China atau Asean-China Free Trade Area (ACFTA) dikhawatirkan mengancam industri perdagangan ritel di DKI Jakarta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat angka impor produk melalui DKI pada triwulan II/2010 melonjak 50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, barang-barang impor membanjiri pusat perbelanjaan ritel di DKI Jakarta.

“Kebijakan ACFTA membuat komoditas perdagangan bebas keluar masuk Jakarta sehingga nilai impor produk dan melalui Jakarta meningkat tajam dibandingkan sebelum pemberlakuan ACFTA,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Dody Rudiyanto hari ini.

Menurut Dody, kenaikan impor produk ke DKI mulai tampak pada triwulan I/2010. Data BPS menunjukkan nilai impor produk melalui DKI Jakarta naik signifikan hingga 48,30% atau senilai US$14,69 juta.

Read more...

 

Sektor Riil Butuh Perhatian Khusus

PostDateIconThursday, 12 August 2010 23:58 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen perbankan perlu membuat terobosan kebijakan untuk lebih memacu penyaluran kredit usaha rakyat. Pengembangan usaha kecil dan menengah kini patut menjadi prioritas nasional untuk lebih memeratakan sektor riil dan pertumbuhan perekonomian.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan seusai membuka Ramadhan Fair Ukea-Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) di Pasaraya Grande, Jakarta, Kamis (12/8/2010).

Turut hadir Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, CEO Pasaraya Grande Abdul Latief, pene liti senior Center for Strategic and International Jusuf Wanandi, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Eivind S. Homme, dan pejabat sementara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Peter van Rooij.

Read more...

 

Produk tekstil & makanan nikmati kenaikan omzet

PostDateIconThursday, 12 August 2010 23:40 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

JAKARTA: Tiga sektor industri, yakni tekstil dan produk tekstil (TPT), makanan dan minuman, serta elektronik menikmati kenaikan penjualan hingga 25%, seiring dengan  permintaan konsumen yang menguat menjelang Lebaran.

Konsumsi masyarakat yang kuat itu memacu perolehan omzet untuk ketiga sektor industri itu sekitar Rp 17,2 triliun.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan kenaikan penjualan produk TPT mendekati Lebaran diproyeksikan 10% dibandingkan dengan bulan-bulan normal.

Read more...

 

3 Keputusan implementasi FTZ diterbitkan

PostDateIconThursday, 12 August 2010 23:44 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail
JAKARTA: Pemerintah menelurkan tiga keputusan guna mempercepat implementasi kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) a.l. membebaskan aktivitas importasi kendaraan bermotor dan penyelesaian tumpang tindih lahan dengan penggantian lahan baru.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan ada tiga masalah yang menghambat penerapan kawasan perdagangan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Pertama, masalah tumpang tindih kawasan hutan di Pulau Batam. Kedua, arus keluar dan masuk kendaraan bermotor dari dan ke FTZ. Ketiga, optimalisasi penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu.

Read more...

 

Perminyakan desak revisi UU Migas dituntaskan

PostDateIconWednesday, 11 August 2010 19:31 | PostAuthorIconWritten by Administrator | PDF | Print | E-mail

JAKARTA: Asosiasi Perminyakan Indonesia (Indonesian Petroleum Association/IPA) berharap proses revisi Undang-Undang No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi segera dituntaskan sehingga tidak menahan langkah investor berinvestasi.

Wakil Presiden IPA Sammy Hamzah menilai pada dasarnya dari segi upstream (sektor hulu), revisi UU Migas itu tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan produksi migas.

Pasalnya, menurut dia, investor migas terutama di sektor hulu sangat mengkhawatirkan tidak adanya kepastian yang jelas dalam berusaha.

Read more...

 
More Articles...
  • Chandra Asri pacu produk plastik ramah lingkungan
  • BKF: Penguatan Rupiah Belum Tentu Menghemat Anggaran
  • Lambatnya Negara Maju Jadi Tantangan RI
  • Dolar Melemah, Minyak Melejit ke US$82/barel

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 4 of 8

Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.

Joomla template created with Artisteer.