INAplas
KONVERSI BBM: Pilih Compressed Natural Gas Atau Liquified Gas For Vehicle?
JAKARTA: Pemerintah diminta bisa menetapkan satu jenis bahan bakar gas dalam program konversi BBM, apakah akan menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) atau Liquified Gas for Vehicle (LGV). Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) Anggito Abimanyu mengatakan saat ini ada dualisme penggunaan jenis bahan bakar gas, yakni antara CNG dan LGV. Pemerintah perlu menetapkan satu jenis bahan bakar gas dengan kriteria kelayakan harga, teknis, dan safety. “Pemerintah mau pilih yang mana? Pastikan, CNG atau LGV? Kami sarankan pemerintah bisa memilih bahan bakar gas itu satu saja, yang penting bagi masyarakat adalah yang paling murah harganya dan yang paling aman pemakaiannya,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat 13 Januari. Saat ini CNG dikenal dengan merek BBG seharga Rp3.100 per liter setara Premium (LSP) dan rencananya akan dinaikkan menjadi Rp4.100 per LSP. Sementara itu LGV dikenal dengan merek Vi-Gas seharga Rp5.600 per LSP dan harga ini baru dinaikkan per 10 Januari 2012 dari semula Rp3.600 per LSP pada 2009.
Indonesia Petrochemical & Plastic Industry Outlook 2011
INDUSTRIAL CONFERENCE: INDONESIA PETROCHEMICAL & PLASTIC INDUSTRY OUTLOOK 2012
Rabu, Tgl. 11 Januari 2012, Ball Room Hotel Intercontinental - MID Plaza Jakarta
"Bagaimana prospek ekonomi, industri petrokimia dan plastik di Indonesia di tahun 2012 ???
Strategi yg harus dilakukan ? bagaimana dampaknya & bagaimana menyikapinya agar industri kita dapat lebih bersaing, Kami menghadirkan para pakar ekonomi dari dalam negeri, Konsultan Luar negeri, Pihak perbankan, Pihak Pemerintah dengan kebijakannya, Asosiasi dan Industri terkait didalamnya, dengan membahas materi yaitu :
- Indonesia Economic Outlook 2012 "Opportunities & Challenges" CHATIB BASRI - Macro Economist
- Readiness of Bank in Supporting the Petrochemical Industry and its derivative NIRMALA SALLI – Bank HSBC
- The Price Trend, Global Supply/Demand for Oil, Petrochemical & Plastic 2012 BEE LIN – ICIS, Trusted Market Intelligence for the global chemical, energy & fertilizer Industries
- BMDTP (Import Duty Borne by the Government) & Government Policy to support Petrochemical & plastic Industry TOETI RAHAJOE - Director of Downstream Chemicals, Departement of Industry R.I
- Tax Holiday & tax Incentive to Support Petrochemical & Plastic Industry, HARIS - Head of Research and Development center for Industrial climate, Dep. of Industry R.I.
- Market Projection for Indonesia Mineral water Packaging in year 2012 (AMDK) , HENDRO BAROENO - Chairman ASPADIN
- Indonesia Petrochemical Industry Development Updates Rudolf F. Doloksaribu - PT. Pertamina (Persero).
Hubungi kami untuk mendapatkan INFORMASI & REGISTRASI ke;
INAplas : 021-726 9356, Suyatno - 0816 1329 520 ; Dede - 0856 9700 6984; Lina-0813 1982 0289
email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ;inaplas.jakarta@gmail.com
Last Updated (Monday, 19 December 2011 23:38)
TSB (Terang Sirasun batur) Pasok 300 MMscfd Gas Ke Jatim Pertengahan April 2012
JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menargetkan pasokan gas sebesar 300 MMscfd dari lapangan Terang Sirasun Batur (TSB) si Sumenep, Madura akan mengalir ke konsumen di Jawa Timur mulai pertengahan April 2012.
Rudi Rubiandini , Deputi Pengendalian Operasi BP Migas, mengatakan beroperasinya salah satu lapangan gas terbesar di Jatim yang dioperasikan Kangean Energy Indonesia Ltd itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gas di wilayah tersebut yang diperkirakan mencapai 450,3 MMscfd pada 2012.
"Kami targetkan pasokan gas 300 MMscfd itu dapat mengalir pada pertengahan April 2012, sehingga pasokan gas di Jatim akan lebih baik pada tahun ini," ujarnya hari ini
Produksi LNG Tahun Depan Diprediksi TurunJAKARTA: Indonesia diperkirakan tidak bisa memenuhi komitmen kontrak pembelian gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk 2012 sebanyak 266 kargo, akibat turunnya produksi gas tersebut. Bila dibandingkan dengan produksi LNG tahun ini sebanyak 365 kargo, rencana produksi gas alam cair Indonesia pada tahun depan turun sekitar 28% menjadi 262 kargo.
Deputi Pengendalian dan Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Rudi Rubiandini mengatakan rencana produksi LNG pada tahun depan diperkirakan hanya 262 kargo, sedangkan komitmen kontrak pembelian sebanyak 266 kargo.
“Komitmen kita sebanyak 266 kargo, tetapi produksi hanya 262 kargo. Terjadi kekurangan pasokan [LNG untuk memenuhi komitmen] sebanyak 4 kargo,” ujarnya, Sabtu (26/12/11). Syarat Perusahaan Manfaatkan "Tax HolidayJAKARTA, KOMPAS.com - Wajib pajak badan harus memenuhi dua syarat untuk dapat memanfaatkan fasilitas pembebasan pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu bagi investor baru (tax holiday). Salah satunya adalah, wajib pajak sudah merealisasikan seluruh rencana penanaman modal. "Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-45/PJ/2011 menetapkan bahwa saat dimulainya berproduksi secara komersial bagi Wajib Pajak Badan yang telah memperoleh Keputusan Menteri Keuangan mengenai pemberian fasilitas tax holiday adalah pada saat mereka telah merealisasikan seluruh rencana penanaman modal dan telah melakukan penjualan hasil produksinya ke pasaran. Apabila kedua persyaratan ini terpenuhi, maka Wajib Pajak Badan tersebut baru dapat memanfaatkan fasilitas tax holiday yang diberikan," sebut Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Dedi Rudaedi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/12/2011). |
Pusri Minta Perpanjangan Kontrak Gas Kepada MedcoPALEMBANG: PT Pupuk Sriwidjaja Palembang akan mengajukan usulan perpanjangan kontrak pasokan gas kepada PT Medco E&P Indonesia hingga 2025 dari sebelumnya perpanjangan kontrak gas yang telah disepakati dengan Medco sampai 2022.
Last Updated (Sunday, 01 January 2012 18:14) Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2011 mecapai 6.5%
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan pencapaian ekonomi Indonesia yakni dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen dan inflasi sekitar 4 persen merupakan suatu rekor. Pasalnya, jarang kedua hal itu bisa berjalan baik beriringan. "Kemarin itu kan sampai November year on year sebesar 4,16 persen. Nah kalau bisa Desember itu turun lagi menjadi 4 persen. Itu kan suatu yang rekor. Suatu pencapaian karena kita dalam kondisi sekarang ini bisa jaga inflasi 4 persen padahal pertumbuhan ekonomi kita ada di kisaran 6,5 persen," ujar Agus, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (30/12/2011). Menurut Agus, sebelumnya ekonomi Indonesia pernah mencapai tingkat inflasi yang rendah. Akan tetapi pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi rendah. |
Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.


